For The Sake of Beauty (Part I)


Emang betul kata pepatah, “Cantik itu sakit”, and For The Sake of Beauty perempuan rela untuk bersakit-sakit ria. Termasuk gue. hahahaaha….

So, sekitar seminggu lalu, gue melakukan perawatan laser wajah bareng sama temen gue. Ide laser ini berangkat dari kegalauan temen gue itu, yang seorang wartawan dan pencinta jejaka bule. ha..ha, kegalauan gue juga sih. Kita sama-sama punya masalah jerawat.

Si temen gue yang punya julukan Miss Rempong itu bilang dia mau mulusin mukanya supaya aksinya menjerat para jejaka bule dapat berhasil dengan lancar jaya. Buat alasan karir yang lebih baik juga sih, samalah kayak gue.

Jadilah kita hari Sabtu janjian ke Senayan City buat melakukan laser wajah di suatu klinik kecantikan. Sebelumnya, kita konsultasi dulu ke dokter kulit di sana. Dokternya bilang, supaya mulus, kita butuh 5 sampai 6 kali perawatan laser.

Setelah itu, barulah kita dibawa ke ruang perawatan. Di sana wajah kita diolesin gel selama 30 menit sebelum dilaser. Temen gue si rempong itu akhirnya yang lebih dulu melakukan laser wajah. Begitu dokter ngelaser wajahnya, dia mulai teriak “aduh-aduh”. Bikin gue parno. Nggak lama sih si rempong dilaser, paling cuma 15 menit.

Gue: Gimana sob rasanya?

Rempong: Nano-nano dah

Gue: …… (cuma bisa nyengir….)

Tibalah giliran gue, gel yang tadi diolesin ke muka diapus sama dokter. Terus, mulailah dokter melaser muka gue. Begitu laser pertama…”AAAaaaaaaaa…gilaaa!!” luaaaaaaaaaaaarrrr biasaaaaaaaaa, luar biasa sakitnya! persis kaya ditembak pake setrum! hahah…

Jadilah gue teriak sejadi-jadinya, si Rempong malah ketawa bahagia mendengar teriakan gue yang meraung-raung. Dokter akhirnya berenti dan nenangin gue.

Dokter: Kamu tenang aja, santai, tenang..

Gue: iya dok. (dalem hati: santai pegimane, sakitnya nauzubillah, coba dokter yang mukanya dilaser. wwkkwkw)

Akhirnya pipi kanan-kiri gue selesai dilaser, diolesin gel lagi, bengkak kayak orang abis digebukin muka gue. ha..ha..ha..plus merah sangat. Sambil nahan sakit, gue cekikikkan sama si Rempong ngobrolin gimana sakitnya dilaser tadi. Terus kita keluar klinik kecantikan pake laser, persis kaya ninja.

“Demi cantik sob, butuh pengorbanan..”, kata Rempong. Otak gue langsung berpikir, untuk jadi mulus muka ini harus menghadapi 4 atau 5 kali laser lagi. Shhh, ck..ck…ckk. For The Sake of Beauty!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s