Anak dan Pubertas


Sekitar dua minggu lalu, saya mendapatkan  sakit. Kalau dokter bilang, penyakit itu standar dan “wajar” lantaran cuaca yang kerap berubah-ubah–tapi dalam hati, saya bilang, “Whatever the illness is, got sick is not good feeling though!”

Terpaksa (bohong nih haha!) saya tidak masuk kantor selama dua hari. Selama  itu pula, di rumah aktivitas saya hanya beristirahat. Asyik! haha. Waktu itu seingat saya hari Kamis siang, saya sedang duduk di ruang tamu bersama ibu saya. Sekadar ngobrol santai.

Tiba-iba, adik bungsu saya, Dhea sampai di rumah dari sekolah. Bukannya mengucapkan salam, Dhea justru memasang wajah merengut (seperti ini kira-kira ekspresi wajahnya ——> (-___-‘ )).

“Ibuuuu, aku dapat haid…….,” kata Dhea lirih.

ehh………. *suddenly quiet* ……….*silence for a minute*…. me and mom staring at Dhea with a flat face…then,

HA..HA..HA..HA..HA~~~ masih ketawa~~~HA..HA..HA..HA!!!!!!!

Lalu, kok makin berasa lucu, saya tertawa  semakin lantang dan beringas menertawakan Dhea. Kemudian, saya melirik ke ibu, eh ternyata ibu tertawa sampai tak bersuara, matanya berlinang, dan memegangi perutnya yang tak sanggup menahan geli…

Sontak saja hal itu justru membuat Dhea mengamuk. Dhea berlari menghampiri saya dan memukul lengan saya dengan keras.  “Aku kesal sama kakak!,” katanya berteriak.

Memang seharusnya saya tidak menertawai Dhea. Entah mengapa, mendengar Dhea mendapat haid menjadi sesuatu yang menggelikan. Sebab, meskipun usianya sudah 12 tahun dan tubuhnya bongsor (besar), pola pikir dan tingkah Dhea masih seperti umur 7 tahun.

 

Pituitari dan Gonadrotropin: Pemicu Pubertas

Pemicu pubertas, kata dr. Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A dari Bagian Endokrinologi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta adalah hormon gonadotropin yang dihasilkan dari kelejar pituitari. Dia menjelaskan kelenjar pituitari atau disebut juga hipofisis, merupakan salah satu kelenjar endokrin yang ada di dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam otak bagian tengah, yang mempunyai banyak hormon dari dua sumber bagiannya, depan dan belakang. Hormon-hormon tersebutlah yang ditugaskan oleh kelenjar pituitari.untuk dikeluarkan.

“Dari banyak hormon yang dihasilkan dari bagian depan pituitari, salah satunya disebut hormon gonadotropin,” terang Nanis.

Ada dua jenis gonadotropin yang mengatur fungsi alat reproduksi, yaitu hormon follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). Target hormon itu di bagian tubuh yang lain, dalam hal ini bekerja di kelenjar kelamin.

“Dua hormon gonadotropin itu, FSH dan LH, dikeluarkan di otak (pituitari), melalui darah, dan kemudian bekerja di kelenjar kelamin, kalau perempuan di ovarium dan laki-laki di testis,” jelas dia.

Nanis mengungkapkan, hormon gonadotropin sudah bekerja sejak bayi masih berada di dalam kandungan sampai minggu pertama kelahiran. Kemudian, sampai 12 minggu sampai 6 bulan hormon itu habis. Tidak muncul lagi atau “tertidur”.

“Kemudian sewaktu anak beranjak usia prapubertas keluar lagi hormone itu, muncul untuk memicu pubertas,” .

Pubertas pada anak perempuan terjadi antara umur 8 sampai 13 tahun, sementara pada anak laki-laki terjadi antara umur 9 sampai 14 tahun. Nanis mengatakan, sejak usia 5 sampai tujuh tahun sebenarnya hormon gonadotropin sudah mulai muncul meski belum nyata.

Baru kemudian umumnya pada umur 8-13 tahun (perempuan) dan 9-14 tahun (laki-laki) hormone gonadotropin muncul memicu pubertas, yang ditandai dengan adanya perkembangan seks sekunder, seperti pada perempuan muncul buah dada, panggul membesar, rambut-rambut muncul, bau tubuh berubah. Sementara laki-laki ditandai testis membesar, suara berubah, rambut-rambut tumbuh, tubuh semakin maskulin, dan bau berubah.

“Kalau tanda seks primer dari genitalnya sendiri ada perubahan hormonal. Untuk reproduksi, LH dan FSH mendorong pecahkan telur sehingga muncul haid dan pada laki-laki menjadi sperma,” kata Nanis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s